Senin, 03 Oktober 2011

Posting Perdana - Awal yang baik

Blog ini dibuat untuk memenuhi persyaratan penyelesaian studi di kebidanan Universitas Indonesia Timur.
Tampilan dan isi akan kami fokuskan pada seputar aktifitas pribadi, info tentang kesehatan, dan berita-berita terkait. Respon, tanggapan, komentar pembaca sekalian sangat kami tunggu, guna kesempurnaannya.

Terimakasih sudah jalan-jalan ke sini.
Silahkan tinggalkan pesan

Jumat, 30 September 2011

ABSTRAK KTI

ABSTRAK

NURAHMAH “ Gambaran Kejadian Pre-eklamsia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu Nusa Tenggara Barat periode Januari s.d Desember 2010” (dibimbing oleh Yurniati dan Hj.Hasnah M.Noor)

VI BAB, halaman, lampiran

Pre-eklamsia merupakan masalah penting dalam obstetri yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan kematian pada ibu.


Preeklamsia adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, serta oedema yang timbul pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih dalam persalinan dan bisa pula dalam masa nifas.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana variable yang diteliti berdasarkan umur ibu dan gravida dengan menggunakan data sekunder. Data tentang gambaran karakteristik yang diteliti diperoleh dari Rekam Medis. Populasi yang didapatkan sebanyak 1.079 orang dan sampel yang digunakan yaitu semua ibu hamil dengan Pre-eklamsia sebanyak 106 orang yang ditarik secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh ibu dengan pre-eklamsia sebanyak 106 orang (9,82 %) dan bukan pre-eklamsia sebanyak 973 orang (90,18%), Gravida I dan >III orang sebanyak 74 orang (69,25%) dan gravida II-III sebanyak 32 orang (30,75 %), umur ibu 20-35 tahun sebanyak 77 orang (72,64 %) dan umur ibu < 20 tahun dan > 35 tanun sebanyak 29 orang (27,36 %)


Oleh karena itu disarankan perlunya klien untuk melakukan pemeriksaan ANC secara teratur sehingga jika terjadi komplikasi dapat terdeteksi secara dini untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas baik ibu maupun janin.Kepada bidan Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan banyak membaca buku serta mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar dengan kemajuan dan perkembanagan ilmu pengetahuan.Kepada institusi untuk dapat meningkatkan metode pembelajaran sehingga alumni lebih kompeten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Kata kunci : Pre-eklamsia

Daftar pustaka : 12 (1998-2011)

Senin, 12 September 2011

Banyak Makan Ikan Saat Hamil Tingkatkan Kekebalan Tubuh Bayi

Asam lemak tak jenuh ganda berjenis polyunsaturated fatty acids (PUFA) banyak ditemukan pada ikan, minyak kenari, atau biji rami. Ibu hamil yang banyak mengonsumsi asam lemak tak jenuh ganda akan membuat usus bayi berkembang secara berbeda yang lebih kebal terhadap alergi.

PUFA diduga mampu meningkatkan kemampuan sel kekebalan usus merespon bakteri dan zat asing, sehingga membuat bayi lebih tahan terhadap alergi. Sampai saat ini, beberapa percobaan klinis telah menunjukkan bahwa ikan dan suplemen minyak kenari pada wanita hamil mampu mengurangi risiko alergi pada anak-anaknya, tetapi bagaimana mekanismenya masih belum diketahui.

"Penelitian kami mengidentifikasi bahwa asam lemak tak jenuh ganda tertentu, yang dikenal sebagai n-3PUFAs, mampu menyebabkan perubahan dalam perkembangan usus bayi, yang pada gilirannya bisa mengubah perkembangan sistem kekebalan usus. Perubahan ini cenderung mengurangi risiko terserang alergi di kemudian hari," kata Dr Gaelle Boudry, dari lembaga riset INRA di Rennes, Perancis seperti dilansir ScienceDaily, Senin (12/9/2011).

Melengkapi makanan seorang ibu dengan n-3PUFA akan menyebabkan usus bayi menjadi lebih mudah menyerap makanan. Usus yang lebih mudah menyerap makanan memungkinkan bakteri dan zat-zat baru melewati melalui dinding usus dan ke dalam aliran darah lebih mudah. Zat-zat baru tersebut akan memicu respon kekebalan tubuh bayi dan produksi antibodi.

"Hasil akhirnya, sistem kekebalan bayi bisa berkembang dan dewasa lebih cepat. Hal ini menyebabkan fungsi kekebalan bayi tersebut lebih baik dan mengurangi kemungkinan mereka terserang alergi," tambah Dr. Boudry.

Penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa asupan n-3 PUFA selama kehamilan memperpanjang saluran pencernaan bayi dan mempercepat matangnya sistem saraf pusat bayi, performa tugas-tugas mental mereka juga nampak meningkat sejak masa kecil.

"Penelitian lain telah menemukan bahwa makanan yang mengandung ikan atau minyak kenari selama kehamilan dapat membuat bayi cerdas. Itu mendukung bukti bahwa suplemen tersebut juga mempercepat pengembangan sistem kekebalan tubuh yang sehat untuk menangkal alergi," ujar Dr Boudry.

Meskipun demikian, temuan yang dimuat dalam The Journal of Physiology ini didasarkan pada babi, sehingga penelitian selanjutnya perlu ditindaklanjuti untuk melihat pengaruhnya terhadap manusia. Usus babi digunakan karena merupakan model usus yang paling sama dengan manusia.

Senin, 29 Agustus 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Word Healt Organitation (WHO), Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 585.000 orang. Kejadian kematian ibu sebagian besar terdapat di Negara Berkembang, ditingkat ASEAN Indonesia merupakan Negara dengan angka kematian ibu tertinggi. Menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2003, menyebutkan angka kematian ibu di Indonesia sebesar 307/100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dari Vietnam dengan angka kematian ibu 95/100.000 kelahiran hidup, Malasyia30/100.000 kelahiran hidup, singapura 9/100.000 kelahiran hidup (http://www.suarapembaharuan.com, di akses tanggal 3 juli 2011).

Pada tahun 2005 World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 536.000 perempuan meninggal dunia akibat masalah kehamilan, persalinan dan nifas. Kejadian ini dapat berakibat 25% kematian ibu terjadi di Negara-Negara berkembang. Seperti di Vietnam Anagka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 95/100.000 kelahiran hidup, Malasya sebesar 39 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan singapura 6 per 100.000 kelahiran hidup. Factor penyebab adalah perdarahan 40-50%, preeklamsia dan eklamsia 20-30%, infeksi jalan lahir20-30% (http://www.batampost.co.id.online diakses 18 juli 2011).

Menurut Direktur Bina Kesehatan Masyarakat Depertemen Kesehatan angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2005 yaitu 291/100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2006 angka kematia ibu turun menjadi 209/100.000 kelahiran hidup (http://www.gatra.com.online , di akses pada 18 juli 2011)

Data yang diperoleh dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2010, jumlah angka kematian ibu (AKI) berjumlah 92 orang dengan penyebab langsung kematian adalah perdarahan (39,1 %), infeksi (5,4 %), eklamsia (17,4 %), partus lama (4,3 %). (Profil Dinkes Provinsi NTB 2010).

Menurut data yang diperoleh dari bagian pencatatan dan pelaporan Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Dompu periode Januari s.d Desember 2010 kejadian preeklamsia mencapai 106 orang dari 1.079 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya. Kejadian tersebut menunjukan bahwa pre-eklamsia merupakan masalah yang memerlukan perhatian yang serius untuk menjadi perioritas di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu Nusa Tenggara Barat.

Preeklamsia masih sering terdengar di masyarakat, namun masih banyak ibu hamil yang tidak mengetahui tentang bahaya Preeklamsia-Eklamsia. Sedangkan jumlah kematian ibu hamil akibat Preeklamsia-Eklamsia masih dijumpai.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai gambaran kejadian preeklamsia pada ibu hamil yang dibatasi pada factor umur ibu dan gravida.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran kejadian preeklamsia menurut umur ibu?

2. Bagaimana gambaran kejadian preeklamsia menurut gravida ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu Nusa Tenggara Barat periode januari s.d desember 2010.

2. Tujuan khusus

a. Diperolehnya informasi mengenai gambaran kejadian preeklamsia menurut umur ibu.
b. Diperolehnya informasi mengenai gambaran kejadian preeklamsia menurut gravida ibu.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Program

Sebagai masukan bagi instansi yang berwenang untuk menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan khususnya bagi Dinas Kesehatan dalam penyusunan program yang berkaitan dengan masalah preeklamsia-eklamsia.

2. Manfaat Ilmiah

Untuk menambah wawasan dan khasanah berfikir serta sebagai sumber dan bahan bacaan yang diharapkan.

3. Manfaat Bagi Peneliti

Merupakan pengalaman berharga dalam upaya memperluas wawasan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh.

4. Manfaat Institusi

Sebagai bahan acuan diharapkan dapat dimanfaatkan terutama dalam pengembangan konsep tenteng masalah preeklamsia-eklamsia di institusi D III Kebidanan Universitas Indonesia Timur Makassar.

Minggu, 28 Agustus 2011

A. Tinjauan Tentang Kehamilan

1. Pengertian Kehamilan

a. Kehamilan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim yang di mulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.


Kehamilan menurut bulan dibagi menjadi 3 trimester


(saifuddin A.B,2006, hal.89) yaitu :


1) Trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan


2) Trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan


3) Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan


b. Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari ovulasi sampai persalinan aterm sekitar 280 hari.


2. Diagnosis kehamilan (Cunningham, dkk, 2002)


a. Tanda dugaan hamil


1) Amenorhoe (tidak dapat haid)


Untuk menentukan usia kehamilan dan menentukan perkiraan persalinan, dapat dihitung dengan menggunakan rumus neagle.


2) Mual dan muntah (nausea dan vomiting)


Bisa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama.


3) Ngidam


4) Tidak tahan terhadap suatu bau-bauan


5) Pingsan


6) Tidak ada selera makan (anorexia)


7) Lelah (fotique)


8) Payudara membesar, tegang dan sedikit terasa nyeri disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang duktulus dan alveoli payuda.


9) Sering buang air kecil (BAK), karena kandung kemih tertekan olek rahim yang membesar, dan akan hilang pada triwulan kedua. Pada akhir kehamilan gejala ini akan kembali oleh karena kandung kemih tertekan oleh kepala janin.


10) Konstipasi / obstipasi


Pengaruh dari progesteron dapat menghambat peristaltik usus yang mengakibatkan usus kesulitan untuk buang air besar.


11) Pigmentasi kulit


Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta dijumpai pada muka, areola payudara, leher dan dinding perut.


b. Tanda- tanda kemungkinan hamil


1) Perut dan uterus membesar sehingga terjadi perubahan bentuk, besar dan konsistensi dalam rahim.


2) Tanda piscasek (bentuk rahim yang tidak sama)


3) Tanda hegar.


Serviks menjadi lembek dari keadaan keras seperti cuping hidung pada wanita tidak hamil menjadi lembut (softening) seperti bibr pada wanita yang sedang hamil.


4) Tanda Chadwick


Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah agak kebiru-biruan.


5) Tanda goodel


Itsmus uteri menjadi lebih lembut (softening) dan lebih padat (compressibility).


6) Braxton hicks


Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang.


7) Teraba ballottement


8) Reaksi kehamilan positif.


c. Tanda-tanda pasti hamil


1) Gerakan janin dapat diraba dan baian-bagian janin


2) Denyut jantung janin


3) Didengar dengan stethoscope-monoral leneck


4) Dilihat pada ultrasonografi


5) Terlihat tulang-tulang janin pada foto-rontgen


3. Perubahan fisiologis yang terjadi dalam kehamilan


a. Uterus


Pada bulan-bulan pertamauterus akan membesar dibawah pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertropi otot polos uteri.


Tafsiran pembesaran uterus pada perabaan tinggi fundus :


1) Pada kehamilan 8 minggu, fundus uteri teraba sebesar telur bebek.


2) Pada kehamilan 12 minggu, fundus uteri 2-3 jari di atas simfisis.


3) Pada kehamilan 16 minggu, fundus uteri kira-kira pertengahan simfisis dengan pusat.


4) Pada kehamiln 20 minggu, fundus uteri kira-kira 2-3 jari di bawah pusat.


5) Pada kehamilan 24 minggu, fundus uteri kira-kira setinggi pusat.


6) Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri 2-3 jari di atas pusat.


7) Pada kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak pada pertengahan pusat dan prosessus xifoideus.


8) Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri 3 jari di bawah prosessus xifoideus.


9) Pada kehamilan 40 minggu sama denagn kehamilan 8 bulan tetapi melebar ke samping. (Mochtar, R. 1998. Hal 52).


b. Serviks uteri


Serviks mengalami perubahan karena hormon estrogon. Serviks menjadi lebih lembek dari keadaan keras seperti cuping hidung pada wanita tidak hamil menjadi lembut softening) seperti bibir pada wanita yang sedang hamil, tanda ini di sebut tanda hegar.


c. Vagina dan vulva


Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vulva dan vagina akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat warna merah atau kebiruan (Mochtar R, 1998, hal.36)..


d. Indung telur (ovarium)


Sejak kehamilan 16 minggu, fungsinya di ambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang dan istirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.


e. Payudara


Payudara mengalami perubahan-perubahan sebagai persiapan untuk pemberian ASI pada masa laktasi. Payudara akan tampak menjadi besar, areola menjadi lebih hitam dan putting akan lebih menonjol. Perubahan ini disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen, progesteron dan hormon somatomammotropin.


Estrogen menimbulkan hipertropi system saluran payudara, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus sedangkan somatomammotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel, sehingga terjadi pembuatan kasein, dan laktoglobulin. Dengan demikian, mamma dipersiapkan untuk laktasi (Wiknjosastro H,2006, hal.95)


f. Sistem sirkulasi darah


1) Volume darah


Volume darah akan naik pesat pada akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira sebanyak 25% dan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, di ikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30% (Wiknjosastro H, 2006, Hal. 96)


2) Protein darah


Protein dalam serum berubah. Jumlah protein, albumin dan gamaglobulin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta-globulin dan fibrinogen terus meningkat (Mochtar R, 1998, hal. 37)


3) Hemoglobin


Hemoglobin cenderung menurun oleh karena kenaikan relativ volume plasma darah. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk kebutuhan transport yang sangat diperlukan selama kehamilan. Leukosit meningkat sampai 10.000/cc, begitu pula dengan produksi trombosit (Mochtar R, 1998, hal.37).


4) Nadi dan tekanan darah


Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester II dan kemudian akan naik lagi seperti pada keadaan pra hamil. Tekanan vena dalam batas normal pada ektremitas atas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata-ratanya 84 kali permenit (Mochtar R, 1998, hal.38).


5) Jantung


Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu-minggu terakhir kehamilan (Mochtar R, 1998, hal.37).


g. Sistem pernapasan


Wanita hamil kadang-kadang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek napas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. (Mochtar R, 1998, hal.38).


h. Sistem pencernaan


Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan tidak enak (mual), akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus-tonus traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada dalam lambung dan apa yang telah dicerakan lebih lama berada dalam usus-usus. Gejala muntah (emesis) biasanya terjadi pada pagi hari yang biasa dikenal dengan morning sickness (Mochtar R, 1998, hal.97).


i. Tulang dan gigi


Persendian panggul akan terasa lebih longgar karena ligament-ligamen melunak (softening). Juga sedikit terjadi pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium janin, maka kalsium maternal pada tulang panjang akan diambil untuk memenuhi kebutuhan janin (Mochtar R, 1998, hal.38).


j. Kulit


Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh hormon MSH yang dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat pigmen pada dahi, pipi, hidung dikenal sebagai kloasma gravidarum (Mochtar R, 1998, hal.97).

k. Perubahan metabolisme


Kehamilan mempunyai efek pada metabolism, oleh karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi yang sehat..


1) Metabolisme basal naik sebesar 15% sampa 20% dari semula. Terutama pada trimester ketiga.


2) Keseimbangan asam basa mengslsmi penurunan dari 155 mEq perliter menjadi 145 mEq perliterdisebabkan hemodulusi darah dan kebutuhan mineralyang diperlukan janin.


3) Kebutuhan protein wanita hamil maki meninggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan dan juga untuk persiapan laktasi.


4) Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.


5) Kebutuhan zal mineral untuk ibu hamil:


a) Kalsium: 1,5gr/hari, 30-40 gr untuk pembentukan tuang janin.


b) Fasfor, rata-rata 2 gr sehari


c) Zat besi, 800-mg atau 30-40 mg sehari.


d) Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak.


6) Berat badan ibu hamil naik kira-kira 6,5-16,5 kg selama hamil (½ kg per minggu. Pertumbuhan berat badan ini dapat dirinci sebagai berikut : janin 3-3,5 kg, plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg, rahim 1 kg, timbunan lemak 1,5 kg, protein 2 kg, dan retensi air-garam 1.5 kg (Manuaba I.B.G, 1998, hal.110-111).